GASPOLNEWS || KUANSING -- Berbagai pendapat kontroversi mulai menghiasi kolam komentar akun Facebook Go Kuansing. Pada 10 Januari 2026 petang WIB.
Akun Facebook Go Kuansing menambahkan foto ke album "TAMBANG ILEGAL", akun tersebut mengutip judul pada sebuah media online yaitu! "Beranikah Kapolres Kuansing Tangkap dan Sita Alat Berat Milik (Prima)"Tulis Judul Berita Media Online Suluhnusantaranews.com diterbitkan pada 5 Januari 2026 dengan nama reporter Iskandar.
Oleh karena itu, untuk meluruskan informasi yang diduga menyesatkan Ruang Publik! seperti beberapa komentar pada akun Facebook Go Kuansing menyebutkan,"Kalau Polisi Tidak Berani Menangkap Pelaku Tambang Ilegal, maka copot seragamnya dan mundur aja jangan jadi Polisi,"Tulis Akun Facebook*Sanjang Wenang Sajang Wenang*
Tak hanya itu, komentar pun datang dari akun*Taswir SKB*, ia dinilai seakan memberikan jawaban dari judul berita tersebut,"Berani, tapi nanti keluar lagi setelah setoran,"Tulisannya singkat, tanpa menjelaskan maksud lebih lanjut .
Setelah itu, ada lagi komentar cukup menarik untuk 'didalami', komentar itu datang dari akun *Pendra Rikaldho* ia menuliskan begini,"Tanda Tidak Dapat Jatah itu, maka dibuatlah berita, coba dapat jatah pasti diam (dua tanda emoji tertawa terbahak), biarlah mereka kerja min! jangan mengganggu orang mencari makan itu,"Pintanya ke pemilik akun Facebook Go Kuansing tersebut yang menyebutnya 'min'.
Terlihat para komentar semakin melebar, Awak Media ini meminta dan berupaya menghubungi Prima, seorang pemilik Excavator yang pada akhirnya angkat bicara, terkait isu tentang kepemilikan alat berat dan namanya tertulis di judul berita walaupun, itu hanya diyakini pada disegelintir orang yang belum mengenalnya.
"Itu memang excavator milik saya, tapi tidaklah bekerja untuk Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) seperti ditulis pada berita, operator alat berat saya perintahkan untuk bekerja mengangkat dan memindahkan tanah dari area tinggi ke rendah, atau sebaliknya, mengikis permukaan tanah yang tidak rata menjadi datar. Maka, jangan seenaknya mempelintir perkejaan kami ke Ilegal, konfirmasi dulu ke kami, jika memang kita semua mau meluruskan informasi hal tersebut, jangan seenaknya menulis nama saya pada judul berita, ya sesuai KEJ aja deh!" Pinta Prima ke penulis judul berita tadi (red).
Lebih lanjut, masih kata Prima, "Alat Berat Milik Saya lagi beraktivitas membentuk kemiringan atau sudut lahan, sesuai desain apa yang akan dibangun di lokasi milik (IL) tersebut,"Ucap Prima menduga ada ''seseorang di sekitarnya beritikad buruk kepadanya, maka sengaja mempelintir hal itu," katanya sedikit agak kecewa dengan Karya Jurnalistik yang dibacanya itu.
"Seperti saya ini memang butuh informasi dari Media, maka hampir seluruh Insan Pers di Kuansing berkomunikasi baik serta mereka memberi peluang kerja terhadap saya, seperti steking lahan, bikin kolam dan lainnya itu. Nah, jujur saja saat saya lihat box Redaksi Media itu, alamat kantor redaksinya berada di Surabaya Jawa Timur, sebab itu pula saya agak lambat mengklarifikasi, tetapi perwakilan Riau tentu lah ada,"Ucap Prima yang angkat bicara terkait namanya pada judul berita Suluhnusantaranews.com
"Sebenarnya, saya malah tidak mengerti apa yang tertulis dan apa yang diterangkan pada isi berita, saat baca berita itu, saya malah editor saat membaca tulisan itu, aduh! bikin terkuras pikiran dan waktu sayaaja tuh!" Jelas Prima ke Awak Media ini, Pada Sabtu , 10 Januari 2026 petang WIB.
Untuk Jawaban Judul Berita Media Online,"Beranikah Kapolres Kuansing Tangkap dan Sita Alat Berat Milik (Prima)", Untuk menjawab judul berita ini tentulah Polisi tidak berani, karena Polisi tidak berhak menangkap, menyita peralatan masyarakat yang lagi kerja mendatarkan tanah perumahan, pada lingkungan hidup yang masih asri, serta belum terusik Penambang Emas Tanpa Izin seperti dituduhkan itu.
Penulis: Karta Atmaja (Staffsusmed, H.Mafirion , Anggota DPR RI).

Komentar0