GASPOLNEWS|| PULAUPADANG, SINGINGI, Jumat,23/01/26 --- Masih terngiang di telinga kita, bahwa Gubernur Riau, Abdul Wahid pernah mengukuhkan Dubalang Batang Kuantan Singingi di Taman Jalur Teluk Kuantan, pada Minggu 12 Oktober 2025 lalu.
Dalam pengukuhan tersebut, salah satu diantaranya yang dikukuhkan Gubri adalah Oknum 'Datuk Nyato' dari Ghantau Singingi berinisial nama IND.
IND diketahui saat ini adalah oknum Datuk Ghantau Singingi yang bergelar adat Datuk Nyato, tidak kita disangka ternyata 'INYO' menjadi Pemodal aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan berkala besar sebagai pemodal peralatan ekcapator juga Box PETI di desa Pulau Padang, kecamatan Singingi -Kuansing.
Menjamurnya kegiatan tersebut di Pulau Padang, sala satunya dimodali oleh seorang Oknum Datuk Adat dari Desa Kebun Lado, semua kegiatannya selama ini, sekarang telah beransur-ansur terkonfirmasi ke Awak Media dari Narasumber yang dijaga Insan Pers ini, Sesuai KEJ Pasal 7, pada Kamis, 22 Januari 2026
Datuak Nyato, sebutan gelar Adat IND di Ghantau Singingi itu sangat bertentangan dengan pituah Negeri agar para Dubalang atau para Tokoh Adat, agar selalu menyerukan dan saling mengingatkan para Dubalang lainya, lapisan masyarakat semua ikut menjadi penjaga negeri yang turut menjaga lingkungan di setiap sudut kampung di Kabupaten Kuansing.
Seorang warga yang kesal melihat 'Kemunafikan" Oknum Datuk Nyato Panjaga Alam ke Penjahat Alam mengatakan, "Seharusnya Datuk Nyato inisial IND fungsinya setelah dilantik sebagai Dubalang Kuantan Singingi memang menjaga kampung dan lingkungan alam. Dubalang sudah ada dari dulu, tapi hari ini Dubalang inisial (IND) mala pemodal peralatan PETI berukuran besar di Kampung yang seharusnya ia jaga itui.
Sambungnya, "IND sebagai orang Adat kami diharapkan, ialah Datuk adat memimpin jaga kelestarian alam dan digemakan/serukan ke setiap sudut bahwa anak negeri teruslah peduli terhadap kampung halamannya, nah !gitu seharusnya! "Ucap Warga Singingi yang bernama 'ANJAI' (tapi bukan nama sebenarnya). Pada Kamis 22 Januari 2026 siang WIB.
Masih kata ANJAI, Oknum Datuk Nyato Ghantau Singingi Inisial IND, seorang diantara yang diberikan tugas mulia oleh Gubernur, Bupati dan Kapolda Riau , pada 12/10/2025 lalu, IND yang ikut dikukuhkan sebagai Dubalang Kuantan Singingi, bertujuan untuk menjaga mengawal negeri tetap lestari. Karena, untuk tugas menjaga negeri tetap lestari, bukan hanya tanggung jawab Polisi, TNI, bahkan pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat.
Datuk Nyato inisial IND, juga Oknum Tokoh Adat di Ghantau Singingi sangat diharapkan oleh warga agar selalu memelihara negeri terkhusus Ghantau Singingi.
Diketahui, Tongkat komando Dubalang Kuantan Singingi sudah diserahkan! tongkat diterima adalah bahwa kekuasaan menjaga negeri ada di tangan Dubalang Kuantan Singingi dan setiap Insan di Kuantan Singingi.
Seorang Aktivis, Nasrul Ilham, mengatakan tidak ingin negeri Melayu Riau, terkhusus di Kuantan Singingi, luluh lantak hancur karena tidak terjaga kelestarian lingkungannya, seperti ulah perbuatan Datuk Nyato di Kecamatan Singingi
Untuk itu, Nasrul Ilham mengajak seluruh masyarakat terkhusus Ghantau Singingi untuk mengawal negeri untuk tetap berdiri kokoh.
Lalu, kesimpulannya! Pengukuhan Dubalang Kuantan Singingi (12/10/2026), hanyalah benar-benar "simbol saja", bahwa kepedulian kita semua adalah hanya ''pura-pura'' dalam membimbing anak-anak muda menjaga kelestarian alam.
Padahal, Dubalang ditunjuk oleh Gubernur, Kapolda dan Bupati sebagai pengawal negeri. Faktannya, Datuk Nyato Ghantau Singingi Inisial IND sebagai Dubalang yang ikut dikukuhkan, malah ia disebut Pemodal aktivitas PETI berskala besar dan IND juga memungut beberapa uang ke 'Big Bos' PETI yang lain di Ghantau Singingi, desa Kebun Lado dan di Desa Pulau Panjang.
Eeeee, bukan pemodal aktivitas PETI berskala besar saja! terkait dengan dugaan empat petak Rumah Totoh (Ruko) sarang walet ilegal Milik Oknum Datuk Nyato inisial IND, diduga kuat berpotensi dalam Pelanggaran Konservasi: Pengumpulan sarang walet secara ilegal sering kali melibatkan kerusakan ekosistem lingkungan atau habitat alami lainnya, mengancam populasi burung walet dan keanekaragaman hayati di Kecamatan Singingi, terkhusus di desa Kebun Lado.
Setelah itu, usaha sarang walet IND di Kebun Lado yang diduga telah berpenghasilan 8 kg /bulan atau dengan omzet miliaran rupiah pada setiap bulannya itu, di gedung Ruko walet maupun panen dari habitat alami, semua diatur oleh pemerintah dan memerlukan izin resmi. Jika ia IND prakktik tanpa izin dianggap ilegal
Kemudian kata Nasrul Ilham, Datuk Nyato asal Ghantau Singingi Inisial IND, ikut dikukuhkan satu orang diantara banyak Dubalang Kuantan Singingi yang ikut dikukuhkan Gubri Abdul Wahid pada (12/10/2025 ) itu, yang juga dihadiri Kapolda dan Bupati Kuansing, sesungguhnya sebagai penjaga alam, kehidupan, warisan untuk anak cucu. Maka, Dubalang Kuantan Singingi, termasuk IND oknum Datuk Nyato itu adalah pelindung rakyat, benteng adat dalam menegakkan marwah Melayu di Kuantan Singingi -Riau.
Maka terakhir, Insan Pers Media Ini meminta Dir Intelkam Polda Riau melalui Wadir Intelkam Polda Riau AKBP Pangucap Prieyo Sugito, S.I.K, MH, melakukan penyelidikan mendalam atau melakukan operasi senyap dalam menangkap Oknum Datuk Nyato inisial IND tersebut.
Saat info ini tersaji ke ruang publik, Wadir Intelkam Polda Riau belum memberikan tanggapan terkait hal (red). Begitu juga dengan Oknum Datuk Nyato Ghantau Singingi masih upaya tahap konfirmasi.
Walaupun demikian, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana Diminta untuk Melakukan "Operasi Senyap" Seperti pengalamannya di lembaga KPK dalam Menggeledah Tempat Aktivitas PETI Berskala Besar Milik Oknum Datuk Adat Penjaga Alam di Pulau Padang, diketahui Pemilik aktivitas PETI dari orang lain juga banyak di Pulau Padang tersebut.
Terkait benar atau tidaknya Kapolres Kuansing telah Perintahkan Personil Unit Tipidter untuk Melakukan "Operasi Senyap" Seperti pengalamannya di lembaga KPK dalam Menggeledah Tempat Aktivitas PETI Berskala Besar Milik Oknum Datuk Adat di Pulau Padang. Untuk Kepastianya, Awak Media masih dalam berupaya untuk mencari nomor WhatsApp Kedinasan ataupun nomor WhatsApp pribadi yang bisa terhubung langsung ke Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SIK.
(Karta Atmaja)
Narasumber Awal: Dilindungi Kode Etik Jurnalistik pasal ke 7 dan Berbagai Sumber lainnya.

Komentar0