GASPOLNEWS || PEKANBARU -- Kerentanan serta ketahanan aspal yang selama ini dijadikan untuk perawatan infrastruktur jalan dikota pekanbaru menuai kontroversi, dimana sumber aspal yang diperolah dari kegiatan pengolahan aspal siluman yang berada di kecamatan tenayan raya, kota pekanbaru, Selasa, (10/02/26).
Dalam keberlangsungan pembangunan serta perawatan infrastruktur khususnya jalan di kota pekanbaru banyak menuai kritikan masyarakat sebagai pengguna jalan. Hal ini bukan rahasia umum, dimana pembangunan jalan belum ada beberapa bulan setelah selesai banyak yang rusak diantaranya aspal yang bergelombang, aspal berlobang dan kerusakan pada pinggiran badan jalan.
Berdasarkan pantauan awak media dan lembaga pada tanggal, 30 Januari 2026 yang berlokasi di Jl. Jenderal Bencah Lesung, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru menemukan adanya aktivitas siluman pengolahan aspal. Terlihat beberapa orang yang tengah bekerja mengolah material dengan cara menggoreng untuk dijadikan aspal.
Saat awak media dan lembaga mewawancarai para pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan "kami disini hanya pekerja bang, biar lebih jelas langsung ke pak zendi saja, tapi pak zendi belum ada datang mulai dari pagi tadi", ungkapnya.
Lebih lanjut, para pekerja yang berjumlah 3 orang tersebut menuturkan "biasanya kalau kami goreng pagi, sore atau malam aspal yang sudah jadi di jemput", tuturnya.
Tim media dan LSM pun terus mewawancarai pekerja tentang siapa yang menjemput aspal jadi dan kemana dibawa serta peruntukannya, alhasil, para pekerja menjelaskan "ini kegiatan PUPR bang, workshopnya di jalan utama, kecamatan tenayan raya bang, langsung saja ke sana mungkin Pak Zendi pengawas ada disana", ungkap pekerja.
Kegiatan pengolahan aspal ini tentu menuai kontroversi, dimana diketahui instansi pemerintah berdasarkan UU dan PERDA tidak dibenarkan memiliki badan usaha tersendiri dan dilokasi pengolahan juga tidak ditemui legalitas plang kegiatan pengolahan aspal tersebut, dan sumber material yang digunakan tidak jelas standarisasi ketentuannya.
Setelah mewawancarai pekerja di lokasi, awak media pun langsung menuju workshop PUPR Kota Pekanbaru yang berada di Jl. Utama, Kec. Tenayan Raya. Sesampainya di workshop terlihat sunyi, dan saat tim menanyakan tentang pengawas bernama Zendi, karyawan yang berada di lokasi workshop mengatakan "tidak tahu pak, mungkin belum datang, karena dari tadi pagi belum ada kelihatan", jelas karyawan workshop.
Awak media dan LSM pun mencoba mengkonfirmasi temuan terkait aktivitas pengolahan aspal kepada Kadis PUPR Kota Pekanbaru Bapak Edward melalui via telepon dan pesan whatsapp. Namun konfirmasi temuan awak media tidak direspon walaupun terlihat dibaca.
Selanjutnya, awak media bersama LSM Basmi akan melakukan investigasi lanjutan untuk menjadikan data pulbaket dan segera akan melaporkan temuan kegiatan siluman tersebut ke KEJATI Riau dan diteruskan ke KPK di Jakarta. (Tim)


Komentar0