BSY6Tpd7TfW7TfOpGpY6TpMiTA==

Dihadapkan Pada Tantangan Pemasyarakatan, Ketua LSM BASMI Riau Apresiasi Kepemimpinan Kakanwil Ditjenpas Riau yang Dinilai Tegas dan Terbuka Untuk Publik


GASPOLNEWS || PEKANBARU, Senin, 17 Februari 2026 -- Kepemimpinan kepala Kanwil Dirjenpas Riau, Maizar selalu menjadi sorotan oleh beberapa kalangan organisasi kemasyarakatan terhadap kasus peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam lapas. 

Persoalan yang terjadi terkait peredaran Narkoba yang dikendalikan di dalam lapas maupun rutan di Riau itu merupakan tanggung jawab kalapas maupun rutan masing-masing. 

Dalam hal ini justru kepemimpinan Maizar selaku kepala kanwil Dirjenpas Riau terus yang selalu disorot atau diusik. 

Untuk diketahui, selama ini dalam arahannya di Lapas maupun Rutan, Maizar selalu menekankan pentingnya penguatan pengamanan sebagai bagian dari komitmen Zero Halinar yang termasuk dalam 15 Program Aksi. Ia juga meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan guna mencegah masuknya handphone, pungutan liar, dan narkoba ke dalam Rutan. 

Selain itu, Maizar juga mendorong Lapas dan Rutan untuk segera melaksanakan Program Dapur Sehat sebagai bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan serta peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Kemudian saat kunker ke Rutan Dumai beberapa waktu lalu tepatnya sebelum kejadian pengendalian peredaran narkoba, Maizar menegaskan bahwa seluruh jajaran pemasyarakatan Rutan Dumai, mulai dari pimpinan hingga pelaksana, harus terlibat aktif dalam mewujudkan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah institusi dan loyalitas aparatur.

Selanjutnya, saat setelah terjadinya kejadian tersebut, dengan berjiwa besar, kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau, Maizar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terungkapnya kasus seorang narapidana di Rutan Kelas II B Dumai yang diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu seberat 14 kilogram dalam jaringan Indonesia–Malaysia.

Permohonan maaf juga disampaikan Maizar saat setelah kejadian yang sama di Lapas kelas IIA Pekanbaru.

Untuk itu kita patut acungi jempol dan apresiasi atas apa yang dilakukan Maizar selaku pimpinan tertinggi Lapas dan Rutan di wilayah Provinsi Riau, yang harusnya hal permintaan maaf dilakukan oleh Kalapas maupun Karutan itu sendiri," ucap Fadli, Ketua BASMI Riau. Selasa (17/2/26). 

"Dalam setiap kunjungan Maizar ke Lapas maupun Rutan di Wilayah Riau, beliau selalu menekankan kepada seluruh jajaran bahwa pentingnya penguatan pengamanan sebagai bagian dari komitmen Zero Halinar yang termasuk dalam 15 Program Aksi," Sebutnya. 

Untuk itu, jika ingin lakukan orasi dan publikasi, harusnya yang diminta dicopot itu Karutan atau kalapasnya, bukan Dirjenpas nya. Ibaratnya anak yang telah dewasa lakukan kesalahan, lantas orang tua yang harus menanggung kesalahan si anak, aneh. 

Lebih lanjut dikatakannya, selama kepemimpinan Bpk Maizar, beliau memiliki kepribadian yang cukup tegas kepada bawahan, dan cukup welcome juga terhadap rekan-rekan media dan juga rekan LSM, bahkan siapa saja yang hendak bersilaturahmi selalu disambut hangat," ungkapnya. 

Terakhir dikatakanya, kita berharap kepada Rekan-rekan untuk dapat saling bersinergi, dan jangan gunakan jembatan kita untuk saling menjatuhkan, mari kedepankan kontrol sosial kita, agar tidak salah kaprah dalam menyuarakan sesuatu hal," tutupnya. (Tim/Red) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.