BSY6Tpd7TfW7TfOpGpY6TpMiTA==

Ditemui Aktivitas PETI dan Ilog di Kawasan HPT Kuansing dari Penelusuran Awak Media dan Tim


GASPOLNEWS || KUANSING – Dalam penelusuran Awak Media ini dan tim di Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Pulau Padang, Kecamatan Singingi, ditemui kembali Kawasan Hutan diporak -porandakan oleh tangan para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tidak bertanggung jawab.  Pada 12-13, Maret 2026 waktu setempat.

Awak media ini bersama tim menemukan sebuah fakta yang sangat mencengangkan!. Mulanya, para pelaku terlihat sempat 'krusak krusuk' berupaya menyembunyikan alat beratnya. 

Lalu, pada akurasi lokasi aktivitas milik terduga Andri alias Aan, telihat lengang dan tidak satu orang pun pekerja yang terlihat. Maka! tim menduga informasi turunnya tim telah diketahui lebih dahulu atau telah bocor ke kuping pemodal maupun ke pelaku .

Namun, satu (1) unit ekskavator merek Sumitomo, diduga milik Ade ditemukan dalam kondisi tidak hidup atau tidak beraktivitas. Seperti terlihat, ekcavator tersebut tenggelam dalam lumpur dengan kedalaman separuh badan orang dewasa.

Tidak sampai disitu, tim terus menelusuri kawasan HPT, kemudian satu unit alat berat yang sebelumnya pada Kamis, 11/3/2026), terpantau di Pinggir Sungai, kini telah raib hilang dari posisi tersebut. Uniknya, ekcapator tersebut kembali ditemukan jauh tersembunyi di dalam rimbun dedaunan kawasan HPT.  Diduga, semua itu dilakuan agar terhindar dari pandangan mata Patroli udara oleh APH.

Ternyata bukan sekadar tambang yang ditemukan. Rupanya, lokasi ini merupakan paket lengkap perusakan ekosistem alam . Selain aktivitas emas ilegal, ditemukan pula praktik Illegal Logging yang masif. 

Untuk diketahui, ini rincian aset yang berhasil diamankan dan dilumpuhkan tim. Pertama,  Aset Tambang: 2 Unit Ekskavator, 3 mesin setingkay, 2 mesin dompeng, dan 1 rakit pencuci emas. Kedua, Aset Perambahan: Kayu olahan (papan dan broti) sebanyak 3 kubik yang siap jual, serta 1 unit mesin chainsaw (sinso).

 Ketiga, Logistik pelaku: 15 jerigen BBM subsidi , mesin genset, serta perlengkapan Camp permanen.

Awak media ini melihat, Tim begitu kesal dengan ulah pelaku yang mencoba menyembunyikan barang bukti, mereka tim mengambil tindakan tegas di tempat. Karena medan yang ekstrem—berjarak 4 KM dengan rute terjal—beberapa alat tidak mungkin dievakuasi keluar.

Kekesalan tim terlihat dari tindakan mereka para anggota tim melakukan pencabutan aki dan merusak sistem kelistrikan (sekring) agar alat tersebut tidak bisa lagi hidupkan atau digerakkan oleh para pelaku. Tak hanya itu, mesin dompeng dan genset dihancurkan menggunakan palu besar.

Sementara, tenda-tenda  tempat peristirahatan yang masih berdiri tegak, langsung dibakar menggunakan sisa BBM solar yang ditemukan di lokasi.

Seorang tokoh yang namanya minta dilindungi oleh pasal ke 7 kode etik jurnalistik menyampaikan,"Saya menilai, telah terjadi Perlawanan Masif ke tim dan juga APH setempat, Terlihat dari tindakan Pergeseran mesin setingkay ke pinggir sungai besar dan penghilangan karpet penyaring emas menunjukkan bahwa! para pelaku sedang berupaya menyelamatkan komponen vital yang bernilai tinggi," Ucap seorang Tokoh itu. 

"Ini bukan sekadar tambang rakyat biasa. Ini adalah operasi terorganisir yang merambah Hutan Produksi Terbatas (HPT). Fakta bahwa alat berat bisa bergeser dalam waktu singkat menunjukkan mereka masih memiliki akses dan nyali untuk kembali jika pengawasan melonggar," ujarnya ke Awak Media.

Saat berita ini disajikan ke ruang publik, Awak Media ini masih dalam upaya tahap konfirmasi kepada Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SIK MH melalui Kapolsek Singingi IPTU Azhari SH .MH. Namun! Kapolsek tidak merespon konfirmasi Awak Media ini via WhatsAppnya.

(Tim)

Komentar0

Type above and press Enter to search.