BSY6Tpd7TfW7TfOpGpY6TpMiTA==

Larshen Yunus Sentil Keberadaan DANANTARA yang Kurang Efektif, Kondisi Ekonomi Secara Nasional Semakin Memprihatinkan


GASPOLNEWS || JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus; menilai keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara hingga saat ini belum menunjukkan Kontribusi yang Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Menurut Larshen Yunus, sejak dibentuknya BPI DANANTARA, Lembaga itu Faktanya belum mampu menghadirkan dampak nyata terhadap Penguatan Ekonomi Masyarakat secara nyata, maupun terkesan Gagal dalam Penciptaan Sumber Pertumbuhan Ekonomi yang baru.

“Menurut kami, selama lebih dari satu tahun berdiri, pihak DANANTARA belum terlihat memberikan kontribusi yang nyata, belum Efektif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang hari ini hanya mencapai 5,61 persen,” ungkap Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran tersebut.

Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu berkali-kali mengatakan, bahwa kondisi investasi yang dijalankan DANANTARA belum sepenuhnya menyentuh sektor-sektor Strategis yang mampu memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat luas maupun dalam rangka memperkuat pondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Jujur saja ya, investasi yang dilakukan mereka sampai saat ini, belum juga tepat sasaran, mestinya DANANTARA hadir dengan investasi yang Produktif, tentunya yang berdampak langsung bagi Penciptaan Lapangan Kerja, Penguatan industri Nasional dan Peningkatan daya beli masyarakat,” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.

Relawan Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu selalu menegaskan, agar DANANTARA tidak boleh hanya berhenti sebagai Lembaga Pengelola Aset Negara atau Perusahaan BUMN semata, tetapi hendaknya mampu Menghadirkan Solusi, Keberpihakan dan Keadilan bagi Masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu, apabila DANANTARA hanya sekedar menjalankan Fungsi Pengelolaan Aset, maka keberadaannya dinilai sama saja, tidak memiliki perbedaan yang cukup Signifikan dengan Nomenklatur Kementerian BUMN terdahulu.

“Harapannya adalah, jangan sampai DANANTARA hanya mampu dan sekedar menjadi Pengelola Aset Negara saja. Kalau ternyata demikian, lalu apa bedanya dengan Kementerian BUMN yang dulu itu? semestinya DANANTARA dapat menjadi instrumen Pencipta Pertumbuhan Ekonomi terbarukan,” pungkas Larshen Yunus, Ketua KNPI Provinsi Riau.

Relawan Prabowo Gibran Pusat yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau itu menjelaskan, bahwa situasi yang Kondusif juga sangat perlu diterapkan, jangan hanya berkutat dalam opini-opini Liar tanpa dasar hukum yang jelas.

Larshen Yunus juga kembali mendorong DANANTARA untuk Mulai Fokus terhadap investasi di Sektor Riil, yang memiliki Efek Domino terhadap kondisi Ekonomi Indonesia secara Nasional, seperti Proyek Hilirisasi industri, Pangan, Energi, Perikanan, hingga Pengembangan UMKM.

Hingga berita ini diterbitkan, Senin (11/5/2026) Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu selalu mengajak semua pihak untuk  TABBAYUN dalam memperoleh informasi seputar kondisi Perekonomian secara Nasional. Jangan mau terjebak dengan berita-berita bohong dari pihak DANANTARA, yang selalu merasa dirinya paling hebat dan berhasil, berita memuji diri dari DANANTARA sama halnya dengan istilah meminum obat maupun vitamin, ternyata efeknya seperti Racun, sangat mematikan!

Terakhir, menurut Larshen Yunus beserta seluruh Relawan Prabowo Gibran lainnya, saat ini Indonesia benar-benar Membutuhkan Lembaga investasi Negara yang harus Agresif dalam bekerja, tetapi juga tepat sasaran dalam Membangun Fondasi Ekonomi secara Jangka Panjang.

“Apapun alasannya, Uang Negara ini sangat Berlimpah, DANANTARA harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru, bukan hanya sekedar jadi Simbol Pengelolaan Aset Negara saja,” akhir Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran, seraya menutup pernyataan persnya. 

Sumber: LY/KNPI RIAU/RED.

Komentar0

Type above and press Enter to search.