Dua Media Diduga Menghapus Karya Jurnalistik, Diduga Terima Suap dari Pihak Oknum Deninteldam Dikenal Wajah Brewok
GASPOLNEWS | KUANSING ---- Dua Media Online yang berkantor di kabupaten Kuansing, diduga telah menghapus karya jurnalistiknya yang terbit dan tersaji di khalayak ramai, pada Ahad 13 September 2026.
Dua Media Online tersebut, masing-masing Nuansa.com dan Riaupro.com . Seperti terlihat pada grup WhatsApp, "Lah, kok hilang ya berita yang telah diterbitkan semalam oleh dua media online, saya baca sepertinya telah memenuhi unsur unsur karya jurnalistik, hampir semua pihak terkait telah dikonfirmasi dan ada sebagian pihak masih dalam upaya tahap konfirmasi, tapi kok dihapus ya?" Tanya seseorang di grup WhatsApp tersebut pada dinihari, Rabu 16 September 2026 .
Adapun judul pemberitaan dari kedua media itu adalah "Gawat, Oknum Daninteldam XIX/Tuanku Tambusai Berciri Pisik Brewok Tangkap Lepas Excavator dan Operatornya Terima Uang 100 Juta"
Selangkapnya begini alur penyajiannya ", Kodam XIX/Tuanku Tambusai-Pekanbaru atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara aktif menjaga keutuhan alam Kuansing-Indonesia melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang mencakup penanggulangan bencana, penanganan kebakaran hutan, pembersihan polusi, hingga konservasi lingkungan.
Lain pula di Kuantan Singingi, Oknum dikenal dengan nama panggilan BREWOK , seorang Personil dari oknum kesatuan Daninteldam asal Kodam XIX/Tuanku Tambusai-Pekanbaru. Diduga kuat, melakukan tangkap lepas 1 unit escavator merek Sanny dan menyandera operatornya, diduga milik bernama Prima, Sekitar sepekan lalu.
Sebagai garda terdepan, keterlibatan TNI di Kuantan Singingi dalam menjaga kelestarian alam dari tangan Penambang Emas Tanpa Izin, menjadi krusial untuk memastikan ketahanan nasional yang berkelanjutan , terutama di kabupaten Kuantan Singingi.
Informasi juga didapatkan, Oknum dipangil BREWOK itu, meminta uang senilai Rp. 100 juta ke pemilik bernama PRIMA. Itu jika Ekcapator dan operator ingin dibebaskan.
Kabar ini, mulai ramai diperbincangkan di Kota Teluk Kuantan. Saat nama PRIMA dan inisial OI, mulai buka-bukaan atas diduga pemerasan yang dilakukan oknum Denitel biasa disapa BREWOK itu terhadap PRIMA.
Warga inisial OI, begitu kesal mendengar OKNUM tersebut yang meminta uang ke pemilik Prima dengan nominal 100 juta.
Kabar lain, Oknum disapa BREWOK juga menangkap seorang pelaku PETI dan membebaskannya kembali. Kabarnya, Oknum Brewok telah terima uang 5 juta rupiah terhadap big bos 'Ca'un' di Taluk Kuanta.
"Jika ingin lepas harus bayar 5 juta terhadap Oknum Brewok tersebut"Ucap Warga mencintohkan perkataan Oknum BREWOK.
Diketahui dua peristiwa tangkap lepas oleh oknum BREWOK, dengan masing-masing korban adalah nama inisial Pelaku OI, pemilik alat PRIMA dan seorang Operator Ekcapator inisial AGS,
Lalu total kerugian para korban dan keuntungan Brewok diduga mencapai ratusan juta rupiah lebih.
Padahal, semua kita mungkin tahu, peran nyata TNI dalam menjaga alam. Pertama, Penanggulangan Karhutla, kedua Aksi Rehabilitasi Lingkungan, ketiga, Pembersihan Aliran Sungai dan keempat terakhir, Edukasi Masyarakat .
Jika di Kuansing TNI , terlihat secara keseluruhan mungkin lebih bersikap ramah untuk mengajak warga daerah operasi PETI menjaga kelestarian lingkungan, hutan dan menghentikan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin, bukan malah menangkap dan lepaskan lagi dengan tujuan dapat uang banyak dari para pelaku Ilegal, semacam dilakukan oknum Deniteldam disapa BREWOK tersebut.
"Betapa Liciknya Oknum Brewok ini, dia juga Pemodal PETI di Pintu Gabang Kari, Simpang Cuko, memakai Ekcapator milik ICP, lah, lok itu tak ditangkapnya? "Kata seorang Warga Koto Toluak, mengaku "Goli-Goli Muak" membayangkan tingkah BREWOK.
Singkatnya, BREWOK ini jika diibaratkan memang benar Oknum Personil TNI, tergabung pada Deninteldam Kodam XIX/Tuanku Tambusai . Maka dia adalah "Mata dan Telinga" bagi Panglima Kodam (Pangdam XIX). Karena, satuan ini bertugas menyajikan informasi intelijen yang cepat, akurat, dan aktual guna mendukung pengambilan keputusan strategis terkait keamanan wilayah. Namun, diduga oknum BREWOK ini malah membuat resah warga di Kuansing. Keamanan sipil terganggu oleh Oknum TNI BREWOK itu.
OI, seorang warga juga pelaku PETI di Simpang Cuko, Pintu Gabang Kari mengakui Penangkapan tersebut, tapi anehnya, kata OI dengan nada heran. "Kenapa Ditangkap Milik Bos Saya saja ya? Situ ada Excavator lain yang sedang bekerja. Milik Bos saya tidak bekerja,"Jelas OI ke Media.
Untuk meluruskan sebuah dugaan informasi tentang tangkap lepas Excavator yang mulai bergulir di Khalayak ramai Kenegerian Kari..
Oknum Daninteldam yang akrab disapa BREWOK singkat menjawab, "Itu Hoak, itu bohong"jawabnya singkat. Lalu. Insan Media ini, dalam upaya menghubungi Prima, pemilik Excavator dan beberapa saksi mata, di Lokasi pada Waktu Maqrib tersebut.
Penangkapan Excavator tersebut, apakah diketahui pihak paling berwenang, yaitu Personil Kesatuan Reserse Kriminal Polres Kuansing. Kasatreskrim Polres Kuansing AKP Gerry Agnar Timur, S.I.K, MH.
"Secara resmi terkait hal yang disampaikan Narasumber melalui media itu, belum ada pihak korban melakukan laporan polisi, "Ujar Kasatreskrim melalui Kanit Tipiter Polres Kuansing IPDA Geraldo, S.I.K. (KRT/RED)
Sumber:; Berbagai Bagai "Tulis dari berita yang diduga pihak media telah menerima suap dari pihak oknum Intel Kodam TNI Tuanku Tambusai itu.

Posting Komentar