BSY6Tpd7TfW7TfOpGpY6TpMiTA==

Ibadah Buddha di Lapas Narkotika Rumbai, Warga Binaan Terima Donasi Buku Keagamaan


GASPOLNEWS || PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian melalui ibadah agama Buddha yang diikuti oleh warga binaan beragama Buddha. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual guna meningkatkan kualitas keimanan, moral, dan karakter warga binaan.

Ibadah dipimpin oleh Sri Ariyatun, S.Pd., Penyuluh Agama Buddha Kota Pekanbaru, yang dalam ceramahnya mengajak warga binaan untuk senantiasa menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kehadiran penyuluh agama merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan yang terus dilakukan bagi warga binaan umat Buddha. 

Pada kesempatan tersebut, warga binaan juga menerima bantuan berupa buku-buku keagamaan Buddha yang merupakan donasi dari Yayasan Ehipassiko. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pendalaman ajaran Buddha sehingga warga binaan memiliki akses yang lebih luas terhadap literatur keagamaan selama menjalani masa pembinaan.

Selain itu, Juni Ardhi, S.Pd.B., Penyuluh Agama Buddha Provinsi Riau, turut hadir memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada warga binaan. Dalam kegiatan tersebut, Juni Ardhi juga menyerahkan buku-buku keagamaan hasil donasi dari Yayasan Bodhinanda sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Peran aktif penyuluh agama Buddha dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada warga binaan telah menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. 

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Buddha serta yayasan yang telah memberikan dukungan nyata dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, sinergi antara Lapas dengan para penyuluh agama dan lembaga keagamaan sangat diperlukan untuk menciptakan program pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan.

Melalui kegiatan ibadah dan penyerahan buku keagamaan ini, diharapkan warga binaan dapat semakin meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Buddha, memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. 

Sumber: Humas Lapastik Rumbai. 

Komentar0

Type above and press Enter to search.