Oknum Bhabinsa Inisial AZR, Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal


GASPOLNEWS | KOTO BARU, KUANSING, 06 Oktober 2026  -- Seorang Warga mengambil momen Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT ke 81 TNI), kemarin,  pada Senin, 5 Oktober 2026.  Warga tersebut pada momen itu, memberikan sebuah informasi terkait, aktivitas Oknum Bhabinsa ARZ , sebagai penadah Emas Hasil dari pertambangan Ilegal di Pos Koramil/09 desa Koto Baru. Salah satu cara menarik Pekerja agar tetap menjual ke Pos Koramil terhadap Oknum AZR itu , dengan cara beli yang lebih mahal dari penadah lainnya yang hanya sanggup Rp. 2, 2 pergram, sedang AZR bisa dengan daya beli RP. 2, 5 pergram. Oleh karena itu para pekerja Ilegal berbondong-bondong datang ke POS KORAMIL 09 di Desa Koto Baru, kecamatan Singingi Hilir, kabupaten Kuansing. Riau.  Senin, (5/10/2026) .

"OKNUM Bhabinsa inisial AZR itu harga belinya jauh lebih tinggi dari penadah lainnya, oleh karena itu, orang ramai terus jual ke oknum itu,"Terang Warga mengakui pernah juga jual 'pentolan emas' hasil kerja pertambangan IIlegal. 

Kegiatan penampungan dan peleburan emas tersebut, telah berulang beraktivitas oleh oknum ARZ sejak beberapa bulan lalu di Pos Koramil/09, dimana Pos itu seharusnya digunakan untuk menjadikan  pusat koordinasi Babinsa bersama aparat desa, Kepolisian Sektor Singingi Hilir, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Tapi, itulah anehnya, masih kata warga tadi, "Apakah oknum ini tidak  bisa cari tempat lain? atau ia oknum itu menunjukkan bahwa ia lah yang punya negara ini? jadi kami rakyat jelata ini, bikin terang terangan seperti itu , pasti langsung ditangkap APH, "Ucap Warga ke CENTRO RIAU,  5 Oktober 2026 malam WIB. 

Sedangkan tema HUT TNI ke 81 tahun 2026 adalah "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”

Selain menarik perhatian, ada lucunya juga itu oknum penadah,  lucunya bisa jadi oknum ini salah dalam mengartikan kata,"TNI Kuat Bersama Rakyat " itu? 

Munculnya dugaan itu, lanjutnya, ''Ya karena penjual ini kan rakyat, para perkerja dari sumber ilegal,  maka bisa jadi oknum ARZ ini MERASA bersama rakyat hingga ia merasa kuat, apa ia membeli hasil kerjanya dengan nilai lebih tinggi,  alahualam. "Cetusnya semacam baru bercerita tentang lelucon.

Untuk itu,  rakyat meminta ke, "Kami meminta Polisi Militer (POM) dan Oditurat Militer untuk mendatangi Pos Koramil 09 tersebut atau memang kami harus menyurati Kesatuan dari Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD). 

Saat ini, Insan Pers ini masih berupaya menghubungi inisial AZR, dengan tujuan untuk demi tercapainya keseimbangan dalam sebuah pemberitaan ke ruang publik. Namun, sampai malam ini, (6/10/2026), Hak jawab atau hak koreksi belum diterima secara resmi oleh redaksi media ini. 

Setelah terkomunikasi lewat ( A dan I) maka  hasil jawaban mengatakan telah lama berhenti, "Sudah lama saya berhenti Bang' Terang AZR  mengakui aktivitas itu dilakukannya hanya waktu dulu. 

Sementara , warga sebagai narasumber itu kembali mengatakan, "Saya baru jual dalam satu pekan kebelakang, hari ini pun saya lewat situ masih beraktivitas Pos Koramil 09 Koto Baru itu, sebagai tempat Penadah Emas. Ah! dah tahu semua orang Sekitar ini kok si Oknum Azhari itu, "' Tutupnya ke Anak Media untuk segera dipublikasikan, jika kerja-kerja jurnalistik sesuai kode etik telah dipenuhi.  (KRT/RED) 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal
  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal
  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal
  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal
  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal
  • Oknum Bhabinsa  Inisial AZR,  Diduga Jadikan Pos Koramil/09 Sebagai Tempat Penadah Emas Ilegal

Posting Komentar